Friday, October 30, 2020

Rasulullah ﷺ Sang Suri Tauladan Sejati

 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

“…Aku adalah penutup nabi-nabi, [artinya] tidak ada lagi Nabi sesudahku…” (HR. Abu Dawud dll dari Tsauban radhiyallahu’anhu. al-Hafizh berkata: “Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi)


Sebagai nabi terakhir utusan Allah ﷻ untuk seluruh umat manusia di dunia. Nabi Muhammad ﷺ membawa ajaran yang sama dengan para nabi terdahulu yaitu ajaran tauhid,  Tuhan itu Esa artinya Tuhan itu satu atau tunggal “ Sembahlah Allah itulah jalan yang lurus” hanya kepada Allah manusia beribadah, taat dan patuh pada perintah dan larangan Allah agar hidup bahagia di dunia dan akhirat. Orang-orang yang beribadah menyembah Allah ﷻ disebut orang mukmin, mereka sebagai pengikut ajaran para nabi yang akan mendapat karunia yang besar dari Allah ﷻ.

Nabi Muhammad ﷺ diutus oleh Allah ﷻ untuk seluruh umat manusia sebagai nabi terakhir dan penutup nabi-nabi, lalu nabi Muhammad ﷺ berdakwah di Mekah dan Madinah, berjuang dengan beberapa pengikutnya menyakinkan penduduk Mekah dan Madinah agar beribadah menyembah Allah Tuhan yang maha Esa. 

Dalam menyampaikan ajaran agama Allah nabi Muhammad ﷺ bersama pengikutnya mengalami perlawan ada pengikutnya  yang dianiaya dan dibunuh, demi menegakan ajaran agama Allah dengan penuh kesabaran nabi Muhammad ﷺ bersama pengikutnya melakukan kebaikan, membeli dan membebaskan beberapa budak yang menjadi pengikut ajaran agama Islam hal ini berhasil menarik simpati masyarakat Mekah dan Madinah, semakin lama pengikut nabi Muhammad ﷺ semakin bertambah banyak, lalu berhasil menguasai Mekah dan berhasil menghancurkan patung-patung berhala yang ada di ka’bah lalu membersihkan baitullah yang pernah dibangun oleh nabi Ibrahim dan Ismail sesuai janji Allah ﷻ bahwa akan menjadikan baitullah sebagai tempat ibadah bagi umat muslim.

Rasulullah  ﷺ bersama para pengikutnya menghadapi banyak rintangan dan cobaan dalam perjuangan menegakkan agama Allah ﷻ di seluruh jazirah Arab dan berkirim surat menyampaikannya kepada seluruh raja-raja yang belum memeluk agama islam, dengan jiwa dan raga rela berkorban serta harta benda demi tegaknya agama islam. Nabi Muhammad ﷺ dalam mengirim utusannya pada kerajaan di Jazirah Arab ada utusannya yang di aniaya dan dibunuh, karena itulah terjadinya peperangan demi menegakan ajaran agama islam.  

Dalam menghadapi peperangan, pasukan musuh ternyata lebih banyak dari pada pasukan pejuang Islam, tetapi hal tersebut tidak membuat perjuangan islam gentar dan takut menghadapi serangan musuh. Demi tegaknya agama islam, perjuangan islam diberikan kemenangan oleh Allah ﷻ menegakan cahaya agama Allah ﷻ. 

Pejuang islam dalam peperangan yang tidak melakukan tindak kekerasan seperti membakar rumah pendudk, tidak membunuh penduduk musuh dari ibu-ibu dan anak-anak serta orangtua yang tidak ikut berperang, sehingga atas kebaikan tersebut mendapat simpati dari para penduduk musuh lalu penduduk dari pihak musuh banyak yang bersedia masuk agama islam.

Kemenangan pejuang islam dalam berperang diadakan perjanjian damai kesepakatan yang ditanda tangani, tunduk dan patuh pada aturan pemerintahan nabi Muhammad ﷺ, saling menghormati dalam perbedaan agama, tidak ada paksaan penduduknya untuk memeluk agama islam, hukum-hukum islam ditegakan kepada semua rakyat, tidak ada lagi perbudakan, dan tidak ada perbedaan suku dan ras.

Nabi Muhammad ﷺ mendapat pujian dari Allah ﷻ atas budi pekertinya yang agung dalam kehidupan sehari-hari.

Maka memang layaklah beliau sebagai uswatun hasanah, dan patron sejati dalam menjalani kehidupan ini.


IMMawati Nurul Ashiqin
Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman
PC IMM Bone Periode 2020-2021

Saturday, October 10, 2020

Ironi Kapal IMM di Tengah Pandemi

 


Perkaderan merupakan hal yang sangat penting dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Dite situasi pandemi ini, DPP IMM mengeluarkan maklumat mengenai jalannya perkaderan selama masa – masa pandemi ini. Didalamnya  diberitahukan kepada seluruh level pimpinan untuk tidak melaksanakan perkaderan utama secara online dan sebagai gantinya diisi dengan perkaderan pendukung sebagian secara online. Melihat situasi perkembangan virus covid19 ini tentunya kita bertanya-tanya akan sampai kapan situasi ini terus berlanjut dan harus seperti apakah strategi perkaderan yang perlu diterapkan dilapangan.

Dengan adanya pandemi ini, tentunya aktivitas perkaderan seperti biasanya akan sulit untuk dilaksanakan. Oleh karena itu penting sekali menerapkan strategi yang tepat agar perkaderan tersebut tidak terkesan kehilangan arah apalagi tidak berjalan sama sekali.

Pandemi ini bukanlah ketetapan. Pandemi ini akan berubah, Kita lihat tanda" yg Allah berikan dalam QS. Al-imran:190 Allah SWT Ta'ala berfirman : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal". Ini menunjukkan ketetapan yang pasti, artinya perubahan itu adalah ketetapan. Menyangkut hal itu hakikatnya sudah ada, organisasi intelektual harus mampu  mengimbangi hal itu.

Semangat organisasi harus tetap, makna spirit ada pada sisi niatnya, karena kita landasannya adalah ikhlas lillahi ta'ala beramal. Itu adalah salah satu penegasan kita, progam-program yang ada silahkan dioptimalkan dengan kreasi-kreasi sesuai dengan kondisi pandemi yang ada.

Kegiatan produktifitas perkaderan tidak boleh putus, namun disamping itu aspek penguatan ideologisasi di tingkat perkaderan sungguh lemah, adanya pandemi ini ataupun tidak sangat lemah. Nah ini kesempatan kita memperbaiki diri kita apa lagi organisasi IMM. Perbanyakanlah sekolah kader dengan mencapai profil-profil kader tersebut.

Saat ini bisa dikatakan adalah “masa pancaroba” didalam perkaderan IMM. Sangat sulit sekali untuk mengambil keputusan terkait bagaimana kita harus bertindak sehingga walaupun ditengah pandemi IMM tetap mampu mencetak kader – kader yang berkualitas. Perlu ada sinergisitas yang kuat antara tiap pimpinan dan juga instruktur ditiap levelnya.

Ironi Pandemi ini masih misteri adanya, apakah ini bagian dari politisasi? Bisa jadi! Kenapa? Seiring informasi yang mewabah ke seluruh penjuru social Media tidak sedikit berita berbau HOAX yang mewabah. Semua bsa dipolitisasi termasuk RUU Cipta Kerja. Salah satu warga negara yang baik adalah taat akan segala keputusan baik yang berlaku terlebih lagi pandemi ini general ke semua daerah, tetap kita menanti keputusan terbaik untuk semua yg terdampak Pandemi ini.

Dengan adanya aktivitas yang serba terbatas, kondisi sekarang yang mana perkaderan utama maupun khusus kami telah melaksanakan dengan pengawalan ekstra untuk tetap pada protokol kesehatan. Karena Pandemi ini tidak menghalangi ruang gerak IMM.


#Fastabiul Khaerat



IMMawati Ariska
Ketua Bidang Kader PC IMM Bone
Periode 2020-2021





Monday, September 28, 2020

Paradigma Dalam Pembentukan Peradaban


"Siapa yang aktif mengambil peran dalam bidang keilmuan dan dalam rekayasa budaya dan peradaban pada era baru ini, maka ia akan keluar sebagai pemenang dalam konflik atau dialog antar peradaban yang kini sedang berlangsung."

Menurut al-Qardawi, peradaban yang sekarang ada di depan kita ini adalah dominasi peradaban Barat yang berakar dari pemikiran Yunani dan Romawi. Kedua pemikiran Barat ini memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:

a. Kekacauan pandangan menyangkut soal ketuhanan;

b. Berbasis materialisme dengan mengingkari unsur-unsur rohani dan hal-hal yang tidak dapat dijangkau indra;

c. Berbasis sekularisme dengan memisahkan antara agama dan negara;

d. Berbasis benturan (Taqum ala al Shira). Pemikiran barat itu tidak memiliki basis kedamaian (al-salam), ketenangan (al-Ththuma'ninah) dan cinta kasih (al-hubb). Pemikiran Barat mendorong benturan antar manusia dengan jiwanya, antarmanusia dengan tabiatnya, antara manusia dengan manusia, dan paling parah antara manusia dengan Tuhannya;

e. Pemikiran Barat berdasar kesombongan atau keangkuhan (al-Iisti'lq 'Ala al-Akharin). Dari kesombongan itu, maka muncul konsep superioritas etnis atau ras yang satu atas yang lain. Pemikiran ini lebih jauh memiliki pra-anggapan yang keliru bahwa suatu kelompok itu diciptakan sebagai pemimpin atau hakim bagi kelompok yang lain. Padahal secara fitrah, manusia itu adalah sederajat dan egaliter.

Dalam pandangan al-Qardhawi, umat manusia saat ini dan masa depan membutuhkan peradaban baru, yakni peradaban yang dibangun atas dasar pemikiran yang bukan pemikiran barat. Peradaban yang didasari atas iman kepada Allah dan seluruh risalah-Nya, iman kepada Hari Akhir, berdiri di atas nilai-nilai yang luhur yang tidak mungkin manusia menjadi manusia tanpanya, dan tidak berarti kehidupan itu tanpanya. Peradaban itu, kata al-Qardhawi, tidak lain adalah peradaban Islam (hadharah al-Islamiyyah).

Berlainan dengan peradaban Barat, peradaban Islam memiliki ciri-ciri utama, yaitu keseimbangan (al-tawazun), dan saling menyempurnakan (al-takamul).

Keseimbangan itu, menurut al-Qardhawi meliputi: ketuhanan dan kemanusiaan, wahyu dan akal, rohani dan materi, akhirat dan duniawi, individu dan kolektif, ide (matsaliyyah) dan realitas (waqi'iyyah), antara konservatisme dan futurisme, tanggung jawab (mas'uliyyah) dan liberalisasi (hurriyyah), antara ortodoksi (al-Ittiba') dan kreativitasi (al-Ibda), antara hak dan kewajiban, antara statis (al-tsabat) dan dinamis (taghayyur), dan antara memandang mukia (al-i'tizaz) dan toleransi (al-tasamuh).

Ciri al-Takaamul, menurut al-Qardhawi, adalah saling menyempurnakan antara satu ajaran dengan ajaran yang lain, seperti antara iman dan ilmu (takamul al 'ilm wa al iman). Iman tidak cukup tanpa ilmu, sebagaimana ilmu tidak berguna tanpa iman.

Menurut al-Qardhawi, yang menjadi keistimewaan Islam atas agama-agama lainnya adalah penghargaannya atas akal, ajakan Islam untuk merenung dan berefleksi (al-nazhr wa al-tafkir), motivasinya terhadap ilmu dan belajar, pemuliaan Islam kepada ilmuwan san cendikiawan, kebencian Islam terhadap jumud dan kebodohan, pujian Islam kepada budaya tulis-menulis (al-kitabah wa al-qalam) seperti ditunjukkan wahyu oertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Untuk membangun dan mewujudkan masa depan peradaban Islam seperti diharapkan, maka umat Islam, khususnya para ilmuwan dan akademisi, perlu memiliki mental keilmuan (scientific mentality) yang terbuka (open minded) dan etos kerja ilmiah yang tinggi seperti yang dahulu ditunjukkan oleh generasi terbaik Islam pada periode klasik (the golden age).

Disamping itu, hal lain yang juga penting menjadi perhatian umat Islam, adalah memberikan informasi dan presentasi yang benar dan objektif mengenai Islam.

Selama ini, terjadi distorsi, prasangka, dan bias-bias ideologis tentang Islam dan studi-studi Islam di dunia Barat. Dan dengan memanfaatkan minat dan antusiasme masyarakat Barat terhadap Islam pada era baru sekarang, maka kaum muslim dituntut untuk memanfaatkan peluang dan kesempatan ini sebagai "momentum" untuk memperkenalkan Islam dan budaya Islam secara benar kepada masyarakat dunia.

Inilah titik awal sinar kebangkitan peradaban Islam pada era baru pasca-modernisme sekarang ini.


Source: The True Da'wa-Menggagas Paradigma Baru Dakwah Era Milenia By Dr. A. Ilyas Ismail, M.A.

Monday, September 7, 2020

Bantu Korban Kebakaran, IMM Bone Aksi Kemanusiaan

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kab. Bone lakukan penggalangan dana untuk korban kebakaran di perempatan jl. Ahmad Yani (samping masjid Al Markas A Maa'rif) pada senin pagi (7/9/2020).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk aksi kemanusiaan kader IMM Bone dalam membantu korban yang tertimpa musibah kebakaran.

Pada malam ahad lalu (5/9)2020) sekitar pukul 22.50 Wita, telah terjadi kebakaran yang menghanguskan 4 rumah warga masyarakat Kelurahan Maccege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Berangkat dari hal tersebut kader-kader IMM Bone tergerak untuk melakukan penggalangan dana melalui arahan dan koordinasi dari bidang SPM (Sosial Pemberdayan Masyarakat) PC IMM Bone agar dapat membantu meringankan beban saudara-saudara yang menjadi korban kebakaran.

Ketua Bidang SPM, Ely Rahma mengatakan bahwa apa yang dialami oleh saudara-saudara kita juga merupakan tanggung jawab bersama sehingga perlunya bergerak bersama.

"Setidaknya sedikit bantuan kita semoga dapat mengurangi beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah", harapnya.

Wednesday, September 2, 2020

Ngaji Feminisme, Memahami Gerakan Keperempuanan

IMM Bone, Watampone — Kajian IMMawati diadakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Masjid Kh. Ahmad Dahlan Jl. Abu Deng Pasolong, Watampone pada Rabu Sore (2/9/20).

Kajian ini dibawakan oleh Kakanda IMMawati Rosdianah atau akrab disapa Kak Nisa dengan tema kajian "Feminisme Dalam Persepektif Islam".

Ketua Bidang IMMawati, Irmawati mengatakan bahwa kajian ini diadakan mengingat bahwa ini adalah kebutuhan IMMawati. Di Bone sendiri sangat jarang diadakan kajian keperempuanan sehingga IMMawati dapat dikatakan sangat minim pengetahuannya terkait gerakan keperempuanan.

"Semoga dengan adanya kajian ini mampu memberikan pemahaman kepada immawati terkait isu keperempuanan dan gerakan intelektual perempuan. Sebagai seorang IMMawati tidak hanya dituntut untuk memahami identitas sebagai seorang IMMawati, tapi juga perlu memahami hakikatnya sebagai seorang perempuan. Salah satu cara yaitu dengan perbanyak kajian-kajian keperempuanan atau pun kegiatan lain yg bisa mendukung itu", harapnya.

Kak Nisa selaku pemateri berharap semoga kajian khusus tema ini dapat berkelanjutan dan semoga PC IMM Bone dapat mengadakan kegiatan-kegiatan produktif lainnya.

 

Sunday, August 30, 2020

Perkuat Ideologi, PC IMM Bone Kajian Tarjih

 


IMM Bone, Watampone — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bone mengadakan Kajian Ketarjihan Ahad siang, (30/8/2020) di Masjid Kh. Ahmad Dahlan jalan Abu Deng Pasolong, Watampone.

Sekretaris Bidang Tabligh, Nurul Ashiqin mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan agar kiranya warga Muhammadiyah lebih mengenal hukum-hukum yang diatur dalam buku Himpunan Putusan Tarjih.

Nurul Ashiqin juga berharap agar kiranya kajian ini dapat dimaksimalkan oleh seluruh warga persyarikatan dan dapat lebih memahami pembahasan mengenai ketarjihan.

"Kami berharap kajian ketarjihan ini bisa dimaksimalkan oleh seluruh kader Muhammadiyah dan dari kajian ini bisa memberikan pengetahuan yang luas mengenai apa itu tarjih sekaligus mampu memahami pembahasannya", tambahnya.

Ust. Ambo Rappe selaku pemateri kajian ini berharap agar kiranya kajian tidak hanya sampai pada waktu ini. Tapi bisa berkelanjutan dan dirutinkan.

Saturday, August 22, 2020

Pikom IMM Lappariaja mengadakan MUSYKOM ke-VI


Lappariaja, IMM Bone - Pimpinan Komisariat IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Lappariiaja melaksanakan Musykom (Musyawarah Komisariat) yang ke-VI.

Musykom dilaksanakan pada hari sabtu-ahad, 22-23 Agustus 2020 bertempat di Kampus D Lappariaja STKIP Muhammadiyah Bone.

Musyawarah komisariat ini mengangkat tema "Membangkitkan semangat pimpinan untuk meningkatkan totalitas berorganisasi dengan efektif".

IMMawati Masrina (Ketua Bidang Organisasi PC IMM Bone) menyampaikan bahwa Musykom ini sebagai manifestasi kita sebagai pimpinan IMM agar roda organisasi bisa senantiasa berjalan.

"Momentum musyawarah pergantian pimpinan ini adalah isyarat regenerasi kepemimpinan, menandakan bahwa organisasi ini berjalan dengan dinamis", ungkapnya.

Dia juga berharap agar kiranya nahkoda baru yang terpilih dapat senantiasa meningkatkan kualitas sesuai dengan tema yang diusung komisariat ini.

"Kami berharap agar pimpinan-pimpinan yang lahir nantinya dapat bergerak lebih progresif dan lebih baik lagi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kader-kader IMM khususnya di Lapppariaja", ungkapnya lebih lanjut.

Demisioner Ketua Umum Komisariat IMM Lapri, IMMawan Andi Irham berharap periode sebelumnya agat dapat lebih baik lagi dalam melakukan pergerakan dan perubahan untuk IMM.

"Kepemimpinan kami selama satu periode ini belum banyak memberikan perubahan, untuk itu saya mengharapkan untuk kepemimpinan di periode berikutnya dapat melakukan yang terbaik dan memberi perubahan besar untuk IMM dengan agenda dan program kerja yang tepat sesuai kebutuhan kader-kader", tuturnya.

Adapun hasil musyawarah komisariat ini mengamanahkan IMMawati Dewi Arianti sebagai Ketua umum, IMMawati Fatmawati sebagai Sekretaris umum dan IMMawati Amelia Sakir sebagai Bendahara umum.



Thursday, August 20, 2020

RAKERPIM Komisariat Jurusan Bahasa, Mipa dan Sosial STKIP Muhammadiyah Bone


Palakka, IMM Bone-Pimpinan Komisariat IMM Kab. Bone yakni Jurusan Bahasa, Mipa dan Sosial mengadakan RAKERPIM.

Kegiatan Rapat Kerja Pimpinan dilaksanakan pada Ahad, 16 Agustus 2020 bertempat di Desa Pasampe, Kec. Palakka. Tepatnya di halaman masjid Nurul Haq.

Rapat Kerja Pimpinan dilaksanakan untuk merumuskan program kerja dan agenda-agenda strategis organisasi pada masing-masing bidang untuk masa kerja Periode 2020-2021.

Asrina selaku Ketua Umum Pikom IMM Jurusan Sosial mengatakan bahwa agenda ini untuk merumuskan proker jangka pendek maupun yang jangka panjang.

"Rakerpim ini untuk merumuskan agenda organisasi baik program kerja jangka pendek maupun jangka panjang",  sahutnya.

Asrina juga berharap semoga program yang diusung benar-benar sesuai dengan kebutuhan Komisariat dan dapat direalisasikan dengan sebaik-baiknya 

"Kami berharap semoga program yang dirumuskan adalah betul-betul sesuai kebutuhan organisasi dan itu lahir dari sebuah pikiran bersama-sama dengan penuh pertimbangan, serta yang lebih penting adalah dapat merealisasikan semua program kerja itu dengan baik".


Thursday, July 30, 2020

IMM dan Lasizmu Kab. Bone Salurkan Langsung Bantuan ke Masamba serta Mengutus Relawan


Masamba, IMM Bone - IMM dan Lazismu Kab. Bone menyalurkan langsung bantuan untuk korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara pada Kamis, tanggal 23 Juli 2020. Sekaligus mengutus kader menjadi relawan untuk membantu penanganan dampak bencana tersebut.

Setelah melakukan penggalangan dana beberapa waktu lalu, IMM dan Lazismu Kab. Bone menyalurkan langsung bantuan ke Masamba untuk korban banjir bandang. Bantuan diserahkan ke posko MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Luwu Utara sebagai posko pusat bantuan Muhammadiyah dari berbagai daerah.

Ely Rahmah selaku Ketua Bidang SPM (Sosial Pemberdayaan Masyarakat) IMM Bone menyampaikan bahwa bantuan berupa logistik telah disalurkan langsung ke Masamba, bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana yang telah dilakukan IMM dan Lazismu Kab. Bone.

Selain itu, IMM dan Lazismu Kab. Bone juga mengutus kadernya sebanyak 6 orang untuk menjadi relawan selama 6 hari (dimulai tanggal 23 Juli sampai 28 Juli).


"Kami juga mengutus relawan dari Kader IMM Bone, dengan harapan dapat ikut serta membantu korban banjir bandang di Masamba. Untuk pembersihan material banjir serta membantu penyaluran bantuan ke posko pelayanan Muhammadiyah maupun ke posko pengunsian banjir", sahut Akbar selaku Ketua Umum PC IMM Bone.

Berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa selain bantuan logistik, juga sangat dibutuhkan relawan untuk membantu masyarakat dalam penyaluran langsung bantuan ke masyarakat yang membutuhkan.


Wednesday, July 29, 2020

Penyaluran Bantuan Paket Sembako untuk Korban Banjir Desa Tawaroe Kec. Dua Boccoe


Desa Uloe, IMM Bone - IMM dan Lazismu Kab. Bone menyalurkan bantuan paket sembako untuk korban banjir di Desa Tawaroe Kec. Dua Boccoe.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh kader IMM Bone beserta Lasizmu Kab. Bone pada Rabu, 29 Juli 2020 ini.

Terdapat sebanyak 60 paket sembako yang disalurkan.

Penyaluran bantuan ini sebagai aksi nyata bentuk kepedulian para kader IMM dan Lazismu Kab. Bone untuk masyarakat Tawaroe yang terkena dampak banjir akibat air sungai yang meluap.

Banjir ini sudah terjadi sebulan terakhir sehingga menyebabkan masyarakat terhambat aktivitasnya. Sehingga juga mengakibatkan sebagaian besar masyarakatnya gagal panen dikarenakan padi terendam banjir.


Ely Rahmah (Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat IMM Bone) mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan ini merupakan hasil dari penggalangan dana yang telah dilakukan oleh IMM dan Lasizmu Kab. Bone beberapa waktu lalu. Dan Alhamdulillah bisa kami salurkan langsung. 

Ely selaku KABID SPM IMM BONE sangat prihatin terhadap kondisi masyarakat, dan berharap semoga airnya segera surut sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi masyarakat apalagi rumah-rumah mereka terendam banjir. Semoga ini cepat berlalu agar masyarakat di sana dapat beraktivitas kembali dan khususnya dapat bekerja seperti biasanya untuk mencari nafkah", ujarnya.

Friday, July 3, 2020

Warna Perjuangan Terletak Pada Cobaan dan Ujian bukan Pujian



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan organisasi otonom dari Muhammadiyah. Dimana Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau akrab disapa IMM ini merupakan organisasi yang bergerak dibidang dakwah, yakni dakwah amar makruf nahi mungkar.

Meskipun ranah dari aktivis IMM ini adalah ranah dakwah, namun tidak menjadikan para aktivisnya hanya bergelut pada posisi penceramah (mubalig) saja. Ya meskipun tidak dipungkiri bahwa memang ada yang terjun dalam ranah tersebut.

IMM atau dalam hal ini secara garis besar Muhammadiyah memiliki keluaran kader yang terbagi menjadi kader persyarikatan, kader ummat, dan kader bangsa. Diharapkan para kader ini dapat memasuki segala lini dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa.

Dalam pengaplikasian kehidupan ini, dapat dikatakan bahwa aktivitas di IMM memiliki artian yang sama dengan dai. Menurut Ilyas Ismail, Dai dalam bahasa Arab Al-Dai, al-da'iyyah, dan al-du'ah menunjuk pada pelaku (subjek) dan penggerak (aktivis) kegiatan dakwah, yaitu orang yang berusaha untuk mewujudkan Islam dalam semua segi kehidupan baik pada tataran individu, keluarga, masyarakat, umat, dan bangsa. Sehingga dapat dikatakan bahwa kader IMM lebih mirip dikatakan da'i karena da'i memiliki artian dakwah yang lebih luas sehingga mencakup semua lini kehidupan berbeda dengan mubalig yang memang hanya pada ranah penceramah saja.

Dalam menjalankan pergerakan dakwah maka tak akan pernah jauh dari yang namanya perjuangan dan ujian. Setiap kita yang telah memilih dan mengikrarkan diri dalam perjalanan dakwah pasti menemukan ujiannya sendiri. Jangankan berbicara tentang kita, Rasulullah ﷺ saja seorang hamba Allah ﷻ yang sangat agung tidak mudah dalam menjalankan dakwahnya hingga segala cobaan dan ujian yang telah menghampirinya, apalagi jika itu hanya kita sebagai orang yang jauh dari kata sempurna untuk berdakwah, yang masih banyak memiliki kekurangan, maka dipastikan cobaan dan ujian akan datang menghampiri.

Ujian tak pelak seperti kunci dan gembok yang senantiasa bersama mengiringi setiap perjuangan. Dan merasakan lelah dan letih itu manusiawi, sebagai kita hanyalah manusia biasa. Namun bukan hanya persoalan ujian tersebut, tapi bagaimana kekuatan tekad kita dalam menghadapi setiap cobaan yang datang kepada kita. Disinilah kekuatan iman kita diuji bukankah Allah ﷻ mengatakan dalam Firmannya surah Al-Ankabut ayat 2 yang artinya

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji lagi?

Nah hal ini sama halnya dengan ikrar kita ketika kita memilih jalan dakwah sebagai jalan perjuangan kita maka pasti ujian akan senantiasa datang silih berganti.

Ujian datang bukan untuk melemahkan namun itulah jalan kekuatan tekad kita agar lebih yakin dalam menjalaninya.

Menurut Sayyid Qhutub bahwa cobaan dan ujian dalam dakwah ini memiliki makna. Diantaranya, disebutkan bahwa ujian dan cobaan itu dimaksudkan untuk mendidik dan menguatkan jiwa. Ujian ini diperlukan katanya agar jiwa para pengemban dakwah ini diharapkan dapat semakin kuat setingkat dengan perjuangan yang mereka upayakan. Karena ketika tanpa ujian semacam ini, beliau mengatakan jiwa dan keimanan mereka akan mudah goyah setiap kali ada goncangan. Maka semakin kuat perjuangan yang dilakukan semakin besar pula ujian yang akan menghampiri.

Ujian dan cobaan berat itu, lebih lanjut dikatakan bahwa justru dapat menggali segala potensi yang selama ini terpendam. Karena Sayyid Qhutub mengatakan bahwa orang muslim sering kali tidak mengetahui kekuatannya sendiri kecuali dibawah tekanan yang berat. Kita seringkali beralasan tidak mampu sehingga menjadi tidak serius dalam menjalankan amanah, hingga ujian itu datang dan mengharuskan kita melakukan hal-hal yang tidak pernah kita lakukan dan pikirkan sebelumnya bahkan dapat melampaui batas kemampuan yang kita kira.

Hikmah lain dalam cobaan ini yakni untuk menguji kesabaran para dai, dimana hal ini disampaikan dalam Firman Allah ﷻ dalam QS. Al-Imran ayat 142 yang artinya

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar"

Menurut Sayyid Qhutub, iman adalah perjuangan (jihad) dan sabar dalam perjuangan itu. Seorang muslim tidak cukup hanya melakukan jihad, tetapi juga bersabar atas semua resiko yang ditimbulkannya. Perjuangan pun bukan hanya sebatas perjuangan fisik semata. Namun juga bisa jadi tentang keistiqomahan, pengejawantahan iman baik dalam rasa, sikap, dan perilaku, serta perjuangan lain yang sifatnya mungkin tidak akan ada habisnya.

Hikmah selanjutnya menurut Sayyid Qhutub ialah untuk mengetahui dan membedakan antara orang-orang mukmin yang sejati dengan yang dusta. Ini sama halnya untuk menguji kita agar dapat melihat kader yang loyal dengan yang tidak. Karena bagaimana bisa kita dapt membedakan kualitas jika mereka tidak pernah melalui ujian dan cobaan. Karena orang mukmin yang sejati kata Sayyid Qhutub  memiliki sifat konsisten dan tahan uji terhadap segala cobaan, sedang orang-orang yang dusta mudah goyah setiap kali ada goncangan.

Itulah beberapa hikmah dari cobaan dan ujian dalam aktivitas dakwah menurut Sayyid Qhutub. Segala bentuk ujian bukan untuk melemahkan kita namun sebaliknya ialah jalan untuk menguatkan tekad kita agar lebih serius lagi dalam menjalankannya.

Karena jalan dakwah memang bukanlah jalan yang mudah penuh dengan bunga-bunga indah yang dijumpai setiap saat, namun ini adalah jalan perjuangan yang penuh dengan kerikil tajam yang siap menguji kualitas iman dan niat kita kapan saja.

Maka kuatkanlah niat dalam berjalan dijalan dakwah, karena ini bukanlah sekedar jalan biasa tapi merupakan jalan orang-orang spesial yang telah dipilih oleh Allah ﷻ.


Billahi Fii Sabilil Haq
Fastabiqul Khaerat


IMMawati Yuls
KABID Mekom PC IMM Bone
Periode 2020-2021

Monday, June 15, 2020

Perempuan, Hijab Dan Budaya Pop




Perempuan, Hijab Dan Budaya Pop -  Kakanda Immawati Fitriani Nurdin
Disampaikan Pada Kajian IMMawati PC IMM Bone 10 Juni 2020


Berbicara soal perempuan, tidak ada habisnya. Ibarat membahas lautan beserta isisnya,terlalu luas dan sulit untuk dijangkau. Selalu menjadi perbincangan menarik, baik pro maupun kontra. Perempuan berpotensi untuk memakmurkan suatu bangsa begitu pun sebaliknya berpotensi menghancurkan suatu bangsa. Jika perempuannya baik, maka baik pula negaranya, jika perempuan itu buruk, maka buruk pula negaranya. Dengan tangan kanannya ia mengayun bayi dan dengan tangan kirinya ia mengguncang dunia. 
Perempuan adalah makhluk istimewa diciptakan oleh Allah SWT. Yang memiliki keindahan daalam dirinya, ialah yang akan melahirkan generasi, olehnya itu ia perlu membekali diri dengan memperbanyak ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik, karena ia pula yang akan menjadi madrasah yang pertama bagi anak-anaknyaa, bagi generasi-generasinya. Tanpa ilmu dan akhlak yang baaik maka iaa akan membawa mala petaka.
Perempuan diciptakan oleh Allah SWT dengan bentuk yang indah,  jika tidak dijaga dengan baik maka akan mengundang hal-hal yang tidak diinginkan, seperti munculnya fitnah. Islam mengatur segalanya dengan memberikan tuntunan melalui Al-Qur’an dan As-sunnah termasuk perempuan dan bagaimana ia menjaga kehormatannya. Islam memberikan batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, islam juga memberikan batasan-batasan aurat bagi laki-laki maupun perempuan. Selain itu islam juga mengatur manusia dalam hal berbusana agaar terhindar dari hal-hal yang mengundang kemudharatan. Salah satu tuntunan Al-Qur’an, adanya perintah berhijab baik lahir maupun batin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Yang tampak dapat berupa tirai, tabir,jilbab,tembok dan lain-lainnya. Adapun yang tidak tampak dapat berupa hijab hati, pikiran, termasuk menahan pandangan.
Berbicara soal hijab, maknanya cukup luas. Ada berbagai macam perspektif dalam memaknainya, ada yang berpendapat bahwa hijab adalah pakaian, hijab adalah jilbab, hijab adalah tirai dan sebagainya. Siapapun bebas berpendapat, namun satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa fungsi hijab adalah sebagai penutup, pelindung,pembatas, penghalang.  Dalam Q.S Al-Ahzab ayat 59. Allah SWT memerintahkan kepada perempuan untuk menutup aurat yang menyatakan :
“ Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya yang demikian itu agar mereka mudah dikenal,sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun maha penyayang ”. 
Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk menutup aurat agar ia mudah dikenali bahwa ia perempuan muslimah, perempuan yang menjaga diri, perempuan yang menjaga kehormatannya, sehingga laki-laki tidak berani untuk mengganggunya. Allah SWT juga berfirman dalaam Q.S An-Nur ayat 31 :
“ Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang terlihat. Dan hendaklah menutupkan kain kerudung kedadanya...”
Allah SWT memerintahkan kepada perempuan untuk mengulurkan kerudungnya hingga kedadanya. Dalam pandangan pakar hukum islam aurat adalah baagian dari tubuh manusia yang pada prinsipnya tidak boleh terlihat.
Adapun tuntunan berhijab sesuai syariah, menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang pertama menutup seluruh tubuh selain yang dikecualikan, yakni muka dan telapak tangan. Yang kedua bukan berfungsi sebagai perhiasaan. Jilbab sebagaimana disebutkan sebagai penutup aurat sehingga tidak boleh berlebihan atau mengikuti trend mode tertentu, karena jilbab bukan perhiasan. Ketiga, pakaian tebal, tidak tipis, tidak transparan dan tidak tembus pandang. Yang keempat, pakaian longgar,tidak ketat sehingga tidak menampakkan lekuk tubuh. Yang kelima, tidak diberi wewangian atau parfum. Keenam, tidak menyerupai laki-laki. Ketujuh,b pakaian untuk mencaari popularitas.
Di era sekarang ini, fenomena hijab semakin merajalela khusunya di Indonesia. Kini, hijab semakin trend dan menjadi mode berpakaian yang cukup fenomenal, mulai dari acara formal hingga yang bukan formal. Kini, berbagai macam gaya jilbab, sehingga tidak lagi digunakan sesuai fungsinya, yaitu menutup aurat. Fungsi jilbab perlahan bergeser menjadi hiasan yang perlu ditampilkan, memakai jilbab sebagai perhiasan menekankan unsur keindahannya dan menomorduakan fungsi utamanya. Tidak peduli apakah sudah sesuai dengan syariah atau tidak, karena yang terpenting bagaimana ia tampil cantik  dihadapan banyak orang. 
Sebagai perempuan yang paham, kita menyadari bahwa kita punya tanggung jawab besar, sudah seharusnya kita mengambil peran untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah menyampaikan dengan bil hikmah, memberikan pemahaman kepada mereka yakni menasehati dengan cara yang baik dan senantiasa selalu mengingatkan, karena setiap manusia butuh proses, dan setiap manusia memilki proses yang bebeda-beda. Setelah berusaha, jangan lupa diiringi dengan doa, doakan agar terketuk hatinya untuk berhijab secara sempurna, karena secara umum perempuan sudah tahu hukum berhijab, akan berdosa ketika mengumbar aurat, tetapi mereka masih melanggar karena dikuasa oleh hawa nafsunya. 
Beragam alasan perempuan yang berjilbab, ada yang disebabkan karena kesadaran dalam beragama, ada yang berjilbab karena mengikuti aturan instansi atau lembaga, yang hanya menjadikan jilbab sebagai formalitas belaka, ada yang berjilbab untuk memperoleh popularitas, ada yang memakai jilbab untuk menghadiri acara tertentu, ada yang berjilbab karena mengikuti trend yang menjadikan jilbab sebagai perhiasan. Bagi perempuan yang berjilbab yang tidak  memiliki dasar yang kuat mungkin nantinya akan melepas jilbabnya ketika masa trend nya sudah lewat. Maka dari itu perempuan perlu memiiki dasar yang kuat dengan memperbanyak ilmu pengetahuan. 
Banyak yang beranggapan bahwa hijab menjadi titik tolak penghalang, pembatas bagi perempuan untuk setara dengan laki-laki, seperti urusan publik. Padahal apa yang diperintahkan agama untuk menutup aurat sama sekali tidak menghalangi perempuan untuk melakukan kegiataan-kegitan positif dan bermanfaat diluar rumah. Penetapan batas-batas aurat bukan dimaksudkan untuk menghalangi perempuan ikut  berpartisipasi dalam aneka ragam kegiatan kemasyarakatan, bukan untuk menghalangi aktivitas perempuan. Hijab tidaklah membatasi ruang gerak permpuan diranah publik, kita hanya perlu menghindari hal-hal yang tidak sesuai syariah. Justru hijab itu adalah solusi agar perempuan bisa beraktivitas diluar rumah, agar perempuan juga bisa go publik.
Hendaknya kembali kepada fitrah kita sebagai perempuan, menjaga izzah dan iffah, menjaga kehormatan dan kemuliannya. Seorang perempuan yang berhijab karena atas dasar ilmu dan kesadaran beragama, seorang muslimah yang berhijab bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban tetapi berhijab karena ingin merasakan ketenangan, kenyamanan dalam jiwa. Seorang muslimah yang berhijab sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-sunnah yakni berhijab secara syar’i.




IMMawati Irmawati
Ketua Bidang IMMawati
PC IMM Bone
Periode 2020-2021

Monday, June 8, 2020

Menilik Amanah dalam Pengejawantahan Tiap Diri



Ketika amanah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung, semuanya enggan untuk menerima amanah tersebut.

"Salah seorang yang dirindukan surga adalah orang yang menjaga amanah. Allah SWT berfirman (yang artinya): Orang-orang yang menunaikan amanah dan menepati janji...mereka itulah yang mewarisi, yakni mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya" (QS al-Mu'minun [23]: 8-11).

Maka sejatinya sebuah kesadaran dibutuhkan oleh setiap insan untuk menerima amanah yang dititpkan oleh Allah SWT., kepadanya, dan menerimanya dengan sebuah keyakinan. Hal ini akan menjadi sebuah kesadaran tersendiri agar kita mampu mengingatkan diri sendiri, dan juga saling mengingatkan kepada orang lain yang juga telah mendapatkan amanah.

Saat amanah berada dipundak, seringkali kita dihadapkan pada berbagai permasalahan hingga membuat kita terasa begitu lemah. Membuat nyali ciut bahkan tak jarang membuat kita berfikir masalah yang dihadapi tak dapat diselesaikan. 

Tidak jarang pun kita mengeluh akan amanah yang begitu berat, perjuangan yang tak kunjung usai dan terlalu banyak labirin yang harus kita lalui. Semua terasa begitu menghimpit hingga membuat kita merasa sesak. Apalagi ketika kita sedang merasa semangat tiba-tiba menjadi melemah dan surut, yang sedikit demi sedikit terasa padam. Astaghfirullah, saat seperti inilah hedonisme dunia akan terasa sangat menggiurkan.

Ketika kita memikirkan itu semua, memang bukan sebuah kesalahan, kondisi tersebut cukup manusiawi. Tapi bukan berarti kita mendiami dan hanya memaklumi hal tersebut. Seharusnya ada sebuah perlawanan yang kuat dari diri kita untuk kembali menjaga stabilitas keimanan hingga semangat itu kembali. Yup, sudah seharusnya kita berusaha semampunya. Karena siapa lagi yang menguasai diri? Hanya kitalah yang mampu memenjarakan nafsu dan menjaga diri untuk tetap pada jalan-Nya.

Aduhhhh, bagaimana mungkin kita bisa begitu lemah dan begitu ragu, sedangkan janji-Nya begitu nyata, “bersama kesulitan ada kemudahan.”  Selama kita berpegang teguh pada kebenaran, Insyaa Allah tak perlu ada kekhawatiran. Dimanapun kita berada, apapun amanah kita, selama dakwah masih menjadi tujuan, Insyaa Allah, Allah bersama kita. Semoga kita diberi kekuatan dalam menjalankan amanah yang ada, agar estafet dakwah dapat terus berjalan. Aamiin.

Dan tanpa kita sadari, amanah menyadarkan kita akan banyak hal diluar jangkauan pikiran kita. Sering bukan, terbesit fikiran bahwa kita merasa tak mampu? Merasa ini bukan tanggung jawab kita? Merasa jiwa ini begitu lemah? Kadang kita fikir ini bukan tugas kita, ini tugasnya ustad dan kiyai? Bahkan sering ego kita yang menguasai, kan? Bahkan sering pula kita berpikir bahwa segala kesempatan yang terjadi hanya kita anggap sebagai sebuah kebetulan semata. Amanah telah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan suatu pengejawantahan, bahwa ini adalah taggung jawab kita, bahwa kita tidak selemah yang kita fikirkan, bahwa kita harus tetap kuat, bahwa ini adalah sebuah kesempatan, bukan hanya kebetulan. 

Oya, yang kita butuhkan adalah gerak nyata dan tentunya harus diimbangi dengan meningkatkan kualitas diri bukan hanya penghafalan teori-teori semata. Harus ada keberanian untuk mengemban amanah yang telah diiyakan ataupun tak pernah diiyakan tapi amanah itu telah terlanjut memilih pundak, meskipun pada kenyataannya takkan semudah membalikkan telapak tangan.

Ingat teman, bahwa amanah itu memamg berat. Saking beratnya, ketika amanah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung, semua angkat tangan. Mereka tidak mau dan merasa tidak mampu menjalankannya bahkan hanya untuk sekedar menerimanya.

"Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh," (QS al-Ahzab: 72).

Amanah itu seharusnya disyukuri karena Alhamdulillah kita masih diberi kepercayaan untuk amanah itu diberikan kepada pundak kita, dan kita harus mampu menikmati karena tanpa menikmati, maka amanah itu akan menjadi sebuah beban. Amanah sudah berat, plus dijadikan berat, maka jangan heran jika kita hampir terasa dibuat mati saking beratnya. Lagi pula sebagaian besar amanah itu sifatnya sementara. Terutama dalam hal kepemimpinan, itu hanya sementara jika ingin kita bandingkan dengan berapa banyak umur kita. Seperti sebuah ungkapan "setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada pemimpinnya".

Secara sadar tanyakanlah kepada hatimu, apakah sebenarnya niat awalan kita menerima amanah itu?


Fastabiqul Khaerat



IMMawati Masrina
Ketua Bidang Organisasi
PC IMM Bone Periode 2020-2021